Desain grafis menjadi fondasi utama bagi mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV), karena di sinilah ide, warna, bentuk, dan tipografi dipadukan menjadi karya visual yang mampu menyampaikan pesan dengan efektif.
Mahasiswa mempelajari prinsip komposisi, teori warna, keseimbangan visual, serta keterampilan teknis menggunakan software seperti Adobe Illustrator dan Photoshop.
Bidang ini bukan sekadar soal “keindahan,” melainkan tentang bagaimana menyusun elemen visual yang dapat menjelaskan, memengaruhi, bahkan menggerakkan audiens untuk bertindak.
Paul Rand, salah satu tokoh legendaris desain grafis, pernah mengatakan:
“Design is the silent ambassador of your brand.”
Kutipan ini menegaskan bahwa desain grafis menjadi representasi diam yang berbicara banyak tentang identitas, nilai, dan karakter sebuah merek atau organisasi.
Mahasiswa juga mempelajari konsep-konsep penting seperti:
Prinsip desain (kesatuan, keseimbangan, kontras, irama, proporsi),
Teori warna untuk membangun emosi dan suasana,
Tipografi sebagai elemen komunikasi visual yang tak kalah penting.
Selain itu, pembelajaran juga menekankan pentingnya desain sebagai bagian dari strategi komunikasi, bukan hanya elemen estetis.
Di era digital, peran desain grafis semakin luas dan strategis. Beberapa tren yang menjadi perhatian mahasiswa dan praktisi desain saat ini, antara lain:
Desain responsif untuk berbagai ukuran layar,
Brand storytelling yang memadukan visual dan narasi,
Desain inklusif yang mempertimbangkan keberagaman audiens,
Pemanfaatan AI sebagai alat bantu eksplorasi visual, bukan pengganti kreativitas manusia.
Kesadaran akan desain sebagai alat komunikasi strategis juga semakin penting di tengah informasi visual yang semakin padat.
Di kampus, mahasiswa sering mempraktikkan kemampuan desain grafis melalui:
Membuat poster kampanye sosial yang tidak hanya menarik, tetapi juga menyentuh hati audiens,
Mendesain layout editorial seperti majalah atau buku digital,
Proyek rebranding, untuk memahami bagaimana visual dapat merepresentasikan ulang identitas sebuah organisasi.
Semua latihan ini membantu mahasiswa mengasah kepekaan estetika sekaligus mempertajam pemahaman akan fungsi komunikasi visual.
Desain grafis adalah bahasa tanpa kata. Melalui pemahaman prinsip desain, teori warna, hingga software desain, mahasiswa DKV belajar menerjemahkan ide dan pesan menjadi visual yang bermakna.
Lebih dari sekadar “tampilan cantik,” desain grafis adalah alat komunikasi strategis yang membantu menjelaskan gagasan, membangun citra, dan menciptakan pengalaman yang diingat audiens.
Inilah sebabnya desain disebut sebagai “silent ambassador”: ia berbicara dengan caranya sendiri — pelan, tetapi kuat dan melekat.
Rand, Paul. Thoughts on Design (2014)
Meggs, Philip B., & Purvis, Alston W. Meggs’ History of Graphic Design (2016)